Berbisnis Lampu Hias, Kenapa Nggak

Bisnis lampu hias, usaha bisnis, tujuan bisnis, bisnis internasionalDalam menggeluti sebuah usaha bisnis tak jarang dimulai dari sebuah hobi ataupun hal kesukaan seseorang. Misalnya saja usaha bisnis lampu hias unik yang saat ini ditekuni oleh Kuntoro dan rekannya.

Bermula dari ketertarikannya terhadap interior dan lampu hias, Kuntoro sehabis bekerja dari Amerika Serikat (AS) kemudian berinisiatif mendirikan sebuah usaha lampu dekorasi buatan tangan yang unik. “Karena saya memang suka interior dan biasanya kalau Natal saya suka yang warna-warni, dulu waktu di Amerika sering ada acara Natal ramai meriah jadi dasarnya saya beli lampu dari luar habis itu terpikir kenapa kok nggak bikin sendiri
saja di Indonesia. Kalau begitu sudah saya bikin saja,” ungkapnya ketika berbicang beberapa waktu lalu.

Bisnis yang dijalani Kuntoro bersama rekannya sejak April 2009 ini,hanya berorientasi ke penjualan produk lampu hias berupa lampu tidur, lampu gantung, dan lampu korden dengan membidik pasar untuk memenuhi keperluan anak-anak dan home dekor. Sedangkan untuk marketingnya sendiri dilakukan melalui offline maupun online. ” Ada online, ada offline ada reseller juga. Serta galeri-galeri dari luar (dalam dan luar negeri),” imbuhnya.

lampu hiasPemuda yang merupakan lulusan sekolah pelayaran di Cikarang dan sempat bekerja 5 tahun di AS. Saat ini usahanya telah menghasilkan omzet penjualan mencapai Rp 40 juta per bulan dengan harga produknya berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 7 juta. “Mulai dari Rp 10 ribu sampai yang paling mahal kita bikin pohon natal seharga Rp 7 juta,” sambungnya.

Kuntoro juga mengisahkan, ketika memulai usaha, ia hanya bekerja bersama seorang rekan rekannya dari proses produksi sampai penjualan. Namun hingga saat ini ia telah mampu mempekerjakan 20 orang karyawan yang merupakan ibu-ibu di sekitar kantornya di Surabaya untuk terlibat dalam proses produksi pembuatan lampu hias ini.

“Dulu hanya dua orang, saya dan partner saya. Kerja sendiri bikin sendiri serta dijual sendiri, sekarang tim di kantor saya itu ada 9 orang dan perajinnya ada 20 orang. Itu semuanya ibu-ibu dirumah yang nggak kerja jadi mereka diberdayakan, diajari lalu dikasih bahan agar mereka bisa menghasilkan sesuatu lah,” tambahnya.

Sebelum fokus ke pasar dalam negeri, Kuntoro mengatakan di awal usaha, produknya lebih banyak ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor daripada pasar dalam negeri. Kemudian dialihkan ke dalam negeri karena persyaratan yang begitu rumit untuk kebutuhan pasar ekspor.”Dua tahun lalau kita masih sempat ekspor, cuma sekarang kita membidik lokal karena ternyata pasar lokal banyak sekali minatnya jadi kita nggak

main ekspor karena ekspor permintaan banyak bermacam-macam perlu elektrik dan sertifikat, jadi kita nggak mau hanya fokus kesana. Kita fokusnya ke lokal ke anak-anak,” sambungnya.

Bisnis lampu hias yang dijalani oleh Kuntoro ini bukannya tanpa kendala. Banyak sekali masalah yang dihadapinya, mulai dari ‘gesekan-gesekan’ hingga sulitnya mengajari ibu-ibu agar bisa terampil dalam membuat produk. “Banyak, ada kendala-kendala, gesekan kanan kiri, mulai usaha memang nggak gampang tapi kuncinya terus maju pantang menyerah saja, dalam setiap masalah pasti ada jalan keluarnya,” sebutnya.

Kuntoro juga tidak pelit dalam berbagi kunci keberhasilannya. Ia mengatakan kunci keberhasilannya yaitu selalu terus berinovasi dan membentuk tim yang solid. Selain itu kedepannya dia berencana mendirikan pabrik aksesoris Natal . “Kedepannya mau buka pabrik aksesoris natal di area Surabaya jadi nanti fokus ke Natal aja soalnya saya lihat di Indonesia masih belum ada,” tutupnya.

Iklan

2 thoughts on “Berbisnis Lampu Hias, Kenapa Nggak

    • klo di surabaya ada di daerah jalan kupang jaya. di showroom Light Craft. Namanya pak guntoro, hanya itu yang bisa saya tahu. klo yang lainnya bisa search di Google aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s